Banyuwangi, 28 Juni 2026 – Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Annuqayah kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran berbasis lapangan melalui Praktikum Outdoor Mata Kuliah Biologi Konservasi yang diikuti oleh mahasiswi Semester VI. Kegiatan yang dilaksanakan pada Minggu, 28 Juni 2026 ini bertempat di kawasan konservasi laut Bangsring Underwater, Banyuwangi, di bawah bimbingan dosen pengampu Argus Argus, S.Si., M.Si.
Praktikum outdoor merupakan bagian dari implementasi pembelajaran yang bertujuan mengintegrasikan teori dengan pengalaman nyata di lapangan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengamati secara langsung berbagai praktik konservasi ekosistem laut yang telah diterapkan di Bangsring Underwater sebagai salah satu kawasan konservasi berbasis masyarakat yang sukses di Indonesia.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa mempelajari metode restorasi terumbu karang, yaitu serangkaian teknik rehabilitasi yang bertujuan memulihkan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Materi ini memberikan pemahaman mengenai pentingnya terumbu karang sebagai habitat berbagai biota laut sekaligus penyangga keseimbangan ekosistem pesisir.
Selain itu, peserta juga dikenalkan pada konsep Apartemen Ikan, yakni struktur buatan yang ditempatkan di dasar laut sebagai habitat alternatif dan tempat berlindung bagi berbagai jenis ikan hias serta organisme laut lainnya. Inovasi tersebut menjadi salah satu strategi konservasi yang efektif dalam meningkatkan keanekaragaman hayati dan mendukung keberlanjutan sumber daya perikanan.

Tidak hanya itu, mahasiswa juga mengikuti sesi edukasi mengenai penyu dan biota laut, yang membahas pentingnya pelestarian ekosistem pesisir serta upaya konservasi penyu melalui penangkaran yang dikelola di kawasan Bangsring Underwater. Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh wawasan mengenai keterkaitan antara konservasi spesies, perlindungan habitat, dan peran aktif masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Dosen pengampu mata kuliah, Argus Argus, S.Si., M.Si., menjelaskan bahwa pembelajaran lapangan menjadi salah satu metode yang efektif untuk memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap konsep-konsep konservasi.

“Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori di dalam kelas, tetapi juga melihat secara langsung bagaimana upaya konservasi dijalankan di lapangan. Harapannya, pengalaman ini mampu membentuk karakter ilmiah, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta menumbuhkan semangat untuk berkontribusi dalam pelestarian sumber daya alam Indonesia.”
Melalui praktikum ini, Program Studi Biologi Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Annuqayah terus berkomitmen menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan. Diharapkan kegiatan serupa dapat memperkaya pengalaman belajar mahasiswa sekaligus mencetak lulusan yang memiliki kemampuan akademik, keterampilan lapangan, dan kepedulian tinggi terhadap konservasi lingkungan.
